Kenapa Namanya Sumo Sushi

Nama Sumo Sushi didapat sewaktu tahun 1991, ketika mengikuti kamp relawan di negeri Kanguru, bersama orang lokal disana. Pada saat itu saya adalah satu satunya orang asia yang ikut pelatihan, dan badan saya tidak kalah besar dengan orang lokal. Nama Sumo akhirnya menjadi nick name selama pelatihan tersebut.

Latar Belakang Munculnya Sumo Sushi Di Kelapa Gading

Waktu itu istri sedang meneruskan bidang study nya di negeri Kincir Angin, setiap kali saya datang menjenguk dia, selalu dinanti nantikan untuk membuat sushi, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun bersama rekan2nya. Karena harga salmon disana sangat murah, semurah harga ayam disini, jadi saya terpicu untuk belajar masakan Jepang, dengan bekerja magang disalah satu restoran Jepang di negeri Kanguru (di negeri Kanguru ini saya mencari nafkah sebelum kembali ke Indonesia). Dari pengalaman magang tersebut, timbul percaya diri untuk membuat sushi bagi istri tercinta bersama dengan rekan2 di negeri Kincir Angin. Pada tahun 2001 ketika kembali di Jakarta untuk menetap, kebiasaan membuat sushi tidak mudah untuk dihilangkan. Selain dikonsumsi sendiri, pada saat acara keluarga, arisan, atau ulang tahun, sajian sushi jarang sekali tidak muncul. Dari situlah orang mulai mengenal Sumo Sushi (meskipun belum mengunakan nama tersebut). Pada awalnya permintaan untuk membuat sushi hanya untuk kalangan keluarga dan rekan, hingga suatu saat ada yang bertanya, kenapa tidak buka restoran sushi saja? Pada waktu itu dengan keterbatasan dana, pilihan untuk membuka restoran bukan menjadi prioritas utama. Hingga suatu saat istri melihat area di Wisma Gading Permai, mungkin dapat dipertimbangkan sebagai suatu pilihan. Kebetulan anak dari “Sate Tulang El Dorado” yang kebetulan adalah teman bermain tennis saya, telah mempunyai lahan di areal tersebut. Dengan pemikiran supplier bahan makanan hanya beberapa, tentunya restoran Jepang yang ada di hotel / mall di Jakarta mengambil dari supplier yang sama. Tentunya saya bisa lakukan itu, dan dengan sewa tenda yang relative rendah, tentunya saya dapat memberikan kualitas makanan yang sama, dgn harga yang lebih terjangkau. Pada akhirnya konsep “makanan Jepang dari hotel / mall turun ke tenda” muncul.

Latar Belakang Munculnya Sumo Sushi Di Kelapa Gading

Waktu itu istri sedang meneruskan bidang study nya di negeri Kincir Angin, setiap kali saya datang menjenguk dia, selalu dinanti nantikan untuk membuat sushi, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun bersama rekan2nya. Karena harga salmon disana sangat murah, semurah harga ayam disini, jadi saya terpicu untuk belajar masakan Jepang, dengan bekerja magang disalah satu restoran Jepang di negeri Kanguru (di negeri Kanguru ini saya mencari nafkah sebelum kembali ke Indonesia). Dari pengalaman magang tersebut, timbul percaya diri untuk membuat sushi bagi istri tercinta bersama dengan rekan2 di negeri Kincir Angin. Pada tahun 2001 ketika kembali di Jakarta untuk menetap, kebiasaan membuat sushi tidak mudah untuk dihilangkan. Selain dikonsumsi sendiri, pada saat acara keluarga, arisan, atau ulang tahun, sajian sushi jarang sekali tidak muncul. Dari situlah orang mulai mengenal Sumo Sushi (meskipun belum mengunakan nama tersebut). Pada awalnya permintaan untuk membuat sushi hanya untuk kalangan keluarga dan rekan, hingga suatu saat ada yang bertanya, kenapa tidak buka restoran sushi saja? Pada waktu itu dengan keterbatasan dana, pilihan untuk membuka restoran bukan menjadi prioritas utama. Hingga suatu saat istri melihat area di Wisma Gading Permai, mungkin dapat dipertimbangkan sebagai suatu pilihan. Kebetulan anak dari “Sate Tulang El Dorado” yang kebetulan adalah teman bermain tennis saya, telah mempunyai lahan di areal tersebut. Dengan pemikiran supplier bahan makanan hanya beberapa, tentunya restoran Jepang yang ada di hotel / mall di Jakarta mengambil dari supplier yang sama. Tentunya saya bisa lakukan itu, dan dengan sewa tenda yang relative rendah, tentunya saya dapat memberikan kualitas makanan yang sama, dgn harga yang lebih terjangkau. Pada akhirnya konsep “makanan Jepang dari hotel / mall turun ke tenda” muncul.